INA-PERSAI LOGO

Jakarta – February 2026, Indonesian Intravenous Access Association (INA-PERSAI) sukses menyelenggarakan PIT ke-1 INA-PERSAI (First Annual Scientific Meeting) berupa Workshop dan Simposium Nasional pada 31 Januari – 1 Februari 2026 di Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada. Kegiatan ini mengusung tema “Innovate, Educate, Elevate: The Future of Vascular Access in Indonesia”, sebagai wujud komitmen INA-PERSAI dalam meningkatkan mutu praktik akses vaskular dan terapi infus di Indonesia. Acara ini diikuti oleh ratusan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan menghadirkan pakar nasional, praktisi klinis, serta mitra industri kesehatan.

Hari Pertama: Workshop Intensif dan Praktik Hands-on

Kegiatan hari pertama diawali dengan opening ceremony dan sambutan Ketua INA-PERSAI, Dr. Masfuri, S.Kp., MN, dilanjutkan sesi pleno yang membahas inovasi terkini dalam praktik akses vaskular, termasuk: Inovasi antimicrobial dressing untuk menurunkan risiko Catheter-Related Bloodstream Infection (CRBSI), Penerapan closed-system chemotherapy untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Peserta kemudian mengikuti rangkaian workshop berbasis praktik (hands-on) yang terbagi ke dalam lima kelompok, antara lain:

  1. Device & Access Selection – pemilihan kateter sesuai durasi terapi dan jenis cairan,
  2. Infusion Safety & Smart Delivery untuk larutan dengan viskositas tinggi,
  3. Catheter Maintenance meliputi flushing, fiksasi, dressing, dan pelepasan aman,
  4. Pencegahan Komplikasi Kateter, termasuk infeksi dan MARSI,
  5. Closed System Practice dalam administrasi infus.

Workshop dipandu oleh perawat klinisi berpengalaman dan dilaksanakan secara interaktif guna meningkatkan kompetensi praktis peserta di lapangan.

Hari Kedua: Simposium Ilmiah dan Kebijakan Nasional

Memasuki hari kedua, acara difokuskan pada simposium ilmiah dan pembahasan kebijakan nasional terkait terapi infus. Sesi diawali dengan welcome address dan pemaparan profil INA-PERSAI oleh Dr. Masfuri, S.Kp., MN. Salah satu sorotan utama adalah keynote speech dari Kementerian Kesehatan RI yang disampaikan oleh drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, dengan topik “Policies and Procedures of Infusion Therapy Delivery Across Practice Settings”. Materi ini menegaskan pentingnya standarisasi dan keselamatan dalam praktik terapi infus di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan melalui sesi:

  1. Clinical Competency Validation Program (CCVP) untuk terapi infus,
  2. Integrasi HAIs bundle dalam praktik keperawatan infus,
  3. Penyusunan Self Evaluation Report (SER) berbasis standar internasional (KARS),
  4. Diskusi panel interdisipliner mengenai keselamatan infus terkait Inovasi, Edukasi, dan Kolaborasi

Berbagai sesi product presentation dan video education dari mitra industri turut melengkapi acara, menampilkan inovasi terbaru seperti integrated IV catheter, sistem infus tertutup, serta teknologi antimicrobial dressing. Topik khusus mengenai Medical Adhesive-Related Skin Injury (MARSI) dan penerapan INS Standards of Practice juga menjadi perhatian, menegaskan pentingnya praktik berbasis bukti dalam perawatan akses vaskular.

Topik khusus mengenai Medical Adhesive-Related Skin Injury (MARSI) dan penerapan INS Standards of Practice juga menjadi perhatian, menegaskan pentingnya praktik berbasis bukti dalam perawatan akses vaskular.

Melalui PIT 1, INA-PERSAI 2026, organisasi ini menegaskan perannya sebagai wadah ilmiah dan profesional dalam meningkatkan kualitas, keselamatan, dan standar praktik akses intravena di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dijual buku pandan infus berbasis bukta terkini yang sangat Penting bagi rumah sakit untuk mengembangkan SOP dan kebijakan serta monitoring perkembangan hasil-hasil Penelitian terkait IV line.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *